by PMT AIR — menyelenggarakan Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara- Semoga panduan ini bermanfaat bagi perguruan tinggi yang berencana.
29 pages

52 KB – 29 Pages

PAGE – 1 ============
PANDUAN PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA TANAH AIR NUSANTARA – SISTEM ALIH KREDIT DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI (PERMATA – SAKTI) KAMPUS MERDEKA & MERDEKA BELAJAR TAHUN 2020 DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIA N PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2020

PAGE – 2 ============
i KATA PENGANTAR Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di awal tahun 2020 telah mengeluarkan empat kebijakan mengenai Pendidikan tinggi yang terangkum dalam Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, diantaranya menge nai pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi negeri badan hukum, dan hak belajar 3 semester di luar program studi. Untuk mendukung program Kampus Merdeka khususnya hak untuk belajar di luar program studi dan pergur uan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menyelenggarakan Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara – Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (PERMATA – SAKTI) Tahun 2020 sebagai bagian da ri upaya dalam penambahan ataupun penguatan kompetensi dan wawasan mahasiswa serta penguatan toleransi, cinta tanah air dan budaya yang diperoleh dari pertukaran mahasiswa melalui kerja sama antar perguruan tinggi di Indonesia . Panduan ini merupakan pandua n umum penyelenggaraan program PERMATA – SAKTI Tahun 2020 yang disusun dengan maksud agar pelaksanaan kegiatan PERMATA – SAKTI Tahun 2020 yang dikoordinasikan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dan diterapkan di perguruan tinggi memiliki gambaran tentan g bagaimana merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan serta mengevaluasi program yang dimaksud. Semoga panduan ini bermanfaat bagi perguruan tinggi yang berencana untuk mengembangkan program Transfer Kredit Internasional dengan perguruan tinggi lu ar negeri dan dapat dijadikan sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi dalam aspek pembelajaran, kelembagaan maupun kompetensi dan wawasan mahasiswa. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan T td Aris Junaidi

PAGE – 3 ============
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .. .. .. . i DAFTAR ISI .. .. .. .. . ii BAB I .. .. .. .. .. 1 PENDAHULUAN .. .. .. .. 1 B. Dasar Hukum Program PERMATA – SAKTI .. .. . 5 C. Tujuan Program PERMATA – SAKTI .. .. .. 5 BAB II .. .. .. .. 7 B. Persyaratan Keikusertaan Perguruan Tinggi .. .. 8 C. Perjanjian Kerjasama antara Perguruan Ti nggi pengirim dan Perguruan Tinggi penerima .. .. .. .. . 8 BAB III .. .. .. .. 10 B. Persyaratan Mahasiswa Peserta Program PERMATA – SAKTI .. . 13 C. Mekanisme Pendaftaran/Seleksi Mahasiswa Peserta Program .. . 13 D. Kegiatan Program PERMATA – SAKTI .. .. 15 1. Kegiatan Mahasiswa Peserta Program PERMATA – SAKTI 2020 .. 15 2. Kegiatan Dosen Pengampu Matakuliah .. .. 17 3. Kegiatan Pengelo la di Perguruan Tinggi .. .. . 18 4. Proses Pertukaran Mahasiswa dan Pengalihan Kredit Mata Kuliah . 18 5. Penyambutan dan Pendampingan pesert a (daring) .. 19 6. Teknis Pelaksanaan Perkuliahan .. .. 19 A. Monitoring .. .. .. .. 22 B. Evaluasi Program .. .. .. 23 BAB V PENUTUP .. .. .. . 24 LAMPIRAN .. .. .. .. 25

PAGE – 4 ============
iii Tim Penyusun: 1. A. Ilham Makhmud (Universi tas Hasanuddin) 2. Sukestiyarno (Universitas Negeri Semarang) 3. Iwan Setiawan (Universitas Pajajaran) 4. Ahmad Muslim (Universitas Sriwijaya) 5. Yonny Koesmaryono (Institut Pertanian Bogor) 6. Dewi Wulandari ( Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan ) 7. Satria Akbar Saput ra ( Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan ) 8. Tsania Hanintisya ( Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan )

PAGE – 5 ============
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Program PERMATA Penyelenggaraan pendidikan tinggi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penyelenggaraan pen didikan nasional, tidak dapat dilepaskan dari amanat Pasal 31 ayat (3) Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ke takwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang undang Peran perguruan tinggi sebagai penyelenggara layanan pendidikan tinggi adalah sangat strategis dan tidak sekedar membuka akses pendidikan tinggi seb agai implementasi dari kewajiban konstitusional untuk menyelenggarakan pendidikan. Perguruan tinggi berperan dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa untuk menghasilkan modal sumber daya manusia Indonesia yang beriman dan be rtakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, inovatif , mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peran strategis ini dilaksanakan oleh perguruan tinggi dengan sejumlah tantangan, baik yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal. Tantangan internal terutama berasal dari tata kelola perguruan tinggi yang belum dilakukan sesuai standar tata kelola perguruan tinggi yang baik ( good university governance) sebagaimana standar nasion al pendidikan tinggi pada umumnya. Pengelolaan beberapa perguruan tinggi di Indonesia masih dilakukan secara konvensional, tanpa dilandasi oleh suatu perencanaan strategis yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan para pemangku kepentingan dan rencana strateg is dan atau prioritas nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Penerapan Standar

PAGE – 6 ============
2 Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) belum merata di semua perguruan tinggi tanah air, sehingga sulit menembus atau hanya sedikit diantaranya yang mendapat predikat perguruan tinggi berkelas international. Demikian pula penerapan program merdeka belajar dan kampus merdeka di perguruan tinggi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R.I akhir – akir ini, sebagai upaya memberikan kelel uasaan dan mendorong mahasiswa untuk berinovasi dengan kreatif agar secepatnya mampu mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi lainnya, khususnya dikawasan ASEAN. Dalam program kampus merdeka dan merdeka belajar, perguruan tinggi diharapkan dapat memberi peluang lebih besar kepada mahasiswa untuk menggali dan mengembangkan potensinya secara luas dan terbuka melalui kegiatan dan pembelajaran inovatif menggunakan teknologi informasi dan kecanggihan teknologi lainnya. Pada tantangan eksternal, sejumlah indika tor dapat diidentifikasi sebagai gambaran sejumlah masalah yang meliputi; (1) semakin kritisnya masyarakat terhadap mutu perguruan tinggi, yang tercermin dari sistim akreditasi perguruan tinggi; (2) jumlah perguruan tinggi yang terus bertambah banyak, namu n angka partisipasi kasar (APK) masih rendah dibanding dengan Negara – Negara Asia lainnya; (3) biaya pendidikan tinggi yang semakin meningkat sedangkan proporsi jumlah keluarga yang mampu membayar penuh biaya kuliah di perguruan tinggi semakin menurun; (4) revolusi besar di bidang teknologi dengan permasalahannya yang multi komplek yang berdampak revolusioner terhadap sistem pengajaran sehingga membutuhkan SDM yang multi talen; (5) sektor pencetak laba telah memasuki pasar pendidikan tinggi; (6) sementara du kungan politik dan keuangan terhadap pendidikan tinggi semakin berkurang dan (7) mutu lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan ekspektasi dunia kerja. Kondisi faktual lainnya yang masih harus menjadi perhatian semua pihak adalah masalah disparitas kualitas atau mutu antar perguruan tinggi di Indonesia yang masih sangat tajam, baik antara PT di Pulau

PAGE – 8 ============
4 jumlah mahasiswa yang terlibat meningkat menjadi 97 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi yang terlibat, baik universitas umum, LPTK maupun politeknik, dan pada tahun 2016 telah melibatkan sebanyak 505 dari 109 PTN, LPTK, Politek nik, ISI, dan PTS. Tahun 2017, sebanyak 205 mahasiswa dari 29 PTN dan 6 WILAYAH KOPERTIS. Tahun 2018, sebanyak 205 mahasiswa dari 29 PTN dan 6 WILAYAH KOPERTIS. Dari pengalaman 5 tahun pelaksanaan program PERMATA telah diperoleh hasil yang sangat baik dan progresif sebagaimana ditunjukkan dalam indikator pencapaian tujuan program Kementerian. Namun, seiring dengan tantangan pendidikan tinggi diera Revolusi Industri 4.0 saat ini, maka tentunya diperlukan inovasi baru dalam penyelenggaraan Program PERMATA. Ha l tersebut dilakukan pada tahun 2019 dengan mengintegrasikan pembelajaran daring kedalam pelaksanaan kegiatan PERMATA 2019. Dengan demikian, pada program PERMATA tahun 2019 telah mulai dikembangkan sistem pembelajaran daring ( online ) terhadap sebagian per kuliahan mahasiswa PERMATA, dan pembelajaran Sistem Alih Kredit dengan menggunakan Teknologi Informasi, sehingga nama kegiatan ini berubah menjadi program PERMATA – Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara Sist em Alih Kredit dengan Teknologi Informasi mulai menerapkan sistim blended learning yang diikuti oleh 350 mahasiswa dari 39 PTN. Program ini sejalan dengan kebijakan Kemendikbud saat ini tentang program merdeka belajar dan kampus merdeka di perguruan tinggi. Pada tahun 2020 penduduk dunia dikejutkan dengan adanya wabah global yaitu Pandemi COVID – 19 termasuk di Indonesia. Pandemi Covid – 19 telah merubah semua tatanan proses pembelajaran diseluruh dunia, dan sangat berdampak p ada pelaksanaan Program PERMATA SAKTI 2020. Atas kondisi tersebut, program PERMATA SAKTI 2020 yang semula dilakukan secara sit in di lokasi perguruan tinggi penerima, maka untuk tahun 2020 pelaksanaannya dilakukukan dengan

PAGE – 9 ============
5 inovasi pembelajaran yang dilaksa nakan dalam jaringan secara penuh ( full daring) . Dengan adanya inovasi tersebut, m aka penyelenggaraan Program PERMATA SAKTI tahun 2020 ini memerlukan berbagai perubahan dan penyesuaian sehingga perlu diatur dengan sistematis dalam Pedoman Operasional Baku (POB) Program PERMATA – SAKTI 2020 sesuai dengan Pedoman Covid – 19. B. Dasar Hukum Program PERMATA – SAKTI Pelaksanaan Program PERMATA – SAKTI didasarkan pada peraturan perundang – undangan sebagai berikut: 1. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Un dang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 3. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peratur an Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan ; 5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi ; 6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, No. 14 tahun 2014 tentang Kerja sama Perguruan Tinggi; C. Tujuan Program PERMATA – SAKTI Program PERMATA – SAKTI bertujuan untuk: 1. Meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas, dan wadah perekat kebangsaan antar mahasiswa se – Indone sia, melalui pembelajaran antar budaya. 2. Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan softskill mahasiswa dengan memiliki karakter Pancasila, agar siap bergaul secara kooperatif dan kompetitif baik ditingkat nasional maupun dengan bangsa – bangsa lain di dunia de mi martabat bangsa melalui pembelajaran terpadu.

PAGE – 10 ============
6 3. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi lain melalui transfer/alih kredit dan perolehan kredit, dengan mengikuti kuliah, baik matakuliah didalam, maupun d iluar program studinya sebagai bagian dari program merdeka belajar. 4. Meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan keunggulan komparatif ( academic exellent ) masing – masing perguruan tinggi. 5. Menerapkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) kepada mahasis wa diseluruh tanah air untuk meningkatkan akses dan mutu pembelajaran berbasis teknologi informasi. 6. Mendukung Program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, dalam rangka memperkuat dan menambah kompetensi lulusan perguruan tinggi .

PAGE – 11 ============
7 BAB II KETENTUAN PROGRAM PE RMATA – SAKTI A. Ketentuan Umum Perguruan Tinggi Dalam buku Pedoman Operasional Baku (POB) ini yang dimaksud dengan: 1. Program PERMATA – SAKTI adalah program pertukaran mahasiswa melalui kerjasama antara perguruan tinggi se – Indonesia. 2. Perguruan tinggi pengirim ada lah perguruan tinggi asal dari mahasiswa peserta Program PERMATA – SAKTI. 3. Perguruan tinggi penerima adalah perguruan tinggi tujuan mahasiswa peserta Program PERMATA – SAKTI. 4. Program PERMATA – SAKTI diupayakan terlaksana secara resiprokal pada tingkat perguruan t inggi. 5. Pengalihan Angka Kredit dan Pemerolehan Angka Kredit dapat dilakukan antar program studi yang sama atau yang berbeda. 6. Pengalihan Angka Kredit adalah pengakuan hasil proses pendidikan yang dinyatakan dalam satuan kredit semester atau ukuran lain untu k mencapai kompetensi pembelajaran sesuai dengan kurikulum. 7. Pemerolehan Angka Kredit adalah pengakuan hasil proses pendidikan yang dinyatakan dalam satuan kredit semester atau ukuran lain untuk memperkaya capaian pembelajaran sesuai dengan kurikulum. 8. Pertu karan mahasiswa PERMATA SAKTI berbasis pada MATAKULIAH yang ditawarkan oleh perguruan tinggi sesuai keunggulan dan ciri pola ilmiah pokoknya ( academic excellent ), dan mendukung program kampus merdeka dan merdeka belajar. 9. Jumlah matakuliah atau kegiatan yan g setara dengan matakuliah yang dapat ditawarkan oleh setiap perguruan tinggi, minimal 2 mata kuliah dan maksimal 7 mata kuliah untuk satu semester.

52 KB – 29 Pages