ada seperti ISBD (International Standard Bibliographic Description), AACR (Anglo Untuk masuk ke Back Office INLISLite versi 3, pastikan Anda telah

94 KB – 22 Pages

PAGE – 1 ============
Halaman 1 of 22 Oleh Aristianto Hakim, S.IPI 1 1. Persiapan Kegiatan pengolahan bahan pustaka merupakan tahapan penting dalam otomasi perpustakaan. Koleksi yang telah diadakan baik itu melalui pembelian, hadiah/hibah, dan lain – lain . Pada progarm aplikasi INLISLite versi 3, kegiatan pengolahan bahan pustaka ini terdiri dari: a. Entri (pemasukan) atau salin data bibliografis , s eperti judul, pengarang, penerbitan, dan lain – lain b. Penambahan data eksemplar (item koleksi) , seperti tanggal pengadaan, nomor induk, lokasi penempatan, dan lain – lain c. Penyertaan cover bahan pustaka d. Penyertaan konten digital (jika diperlukan) e. Cetak label kol eksi f. Cetak kartu katalog (jika masih diperlukan) Sebelum melakukan kegiatan tersebut di atas, sangatlah baik jika Anda telah memahami prinsip – prinsip dasar pengolahan bahan pustaka, seperti delapan daerah deskripsi bibliografi, penentuan tajuk pengarang, menentukan nomor klasifikasi, tajuk subjek, tanda baca, dan lain – lain sesuai dengan pedoman pengatalogan terstandar yang telah ada seperti ISBD (International Standard Bibliographic Description), AACR (Anglo American Cataloguing Rules)/ Peraturan Pengatalo gan Indonesia atau pedoman RDA (Resource Description and Access) Disamping itu, pastikan Anda telah memiliki akun user yang telah didaftarkan oleh seseorang yang berperan sebagai Administrator program aplikasi INLISLite versi 3 yang digunakan di tempat An da bekerja. 2. Masuk Back Office INLISLite versi 3 Untuk masuk ke Back Office INLISLite versi 3 , pastikan Anda telah memiliki akun telah diberi hak akses untuk bekerja pada modul Katalog. 1 Aristianto Hakim, S.IPI adalah pustakawan pada Sub Bidang Otomasi Perpustakaan Nasional RI

PAGE – 2 ============
Halaman 2 of 22 Gambar 1. Tampilan halaman login back office INLISLite Cara login adalah sebagai berikut: Isikan username Anda pada kotak isian sebelah kiri, dan password Anda pada kotak isian sebelah kanan Klik tombol Sign In Jika tidak terjadi kesalahan saat proses login, Anda akan ditanyakan lokasi cabang perpustakaan berkerj a Anda saat ini , misalnya “Perpustakaan Pusat” Anda akan dihantarkan kepada halaman dashboard ( beranda ) back office INLISLite versi 3 seperti ini: Gambar 2. Tampilan d ashboard B ack O ffice INLISLite versi 3

PAGE – 3 ============
Halaman 3 of 22 Lihatlah panel kiri , di sana terdapat menu program yang terkait dengan kegiatan pengolahan bahan pustaka , yaitu menu Koleksi dan menu Katalog . Gambar 3. Menu – menu program untuk kegiatan pengolahan bahan pustaka INLISLite versi 3 3. Mengentri Data Bibliografis Entri data bibliografis artinya me masukkan data – data bibliografis bahan pustaka seperti judul, pengarang, penerbitan, deskripsi fisik, ISBN dan lain – lain sesuai dengan kaidah dalam konsep pengatalogan sesuai pedoman ISBD (International Standard Bibliographic Description dan AACR (Anglo Ame rican Cataloguing Rule) / RDA (Resource Description and Access) . Dalam panduan praktis ini penulis akan memaparkan cara entri data bibliografis dengan kaidah ISBD dan AACR yang biasa digunakan sejak lama . Untuk memulai entri data bibliografis, pastikan bahan pustaka (misalnya buku) yang akan didata telah tersedia. Satu judul bahan pustaka cukup dientri satu kali saja walaupun jumlah eksemplarnya lebih dari satu. Berikut ini adalah langkah – langkah entri dat a bibliografis: a. Pada panel kiri, klik menu Katalog sehingga memunculkan sub – sub menu di bawahnya b. Klik sub menu Entri Katalog (jangan mengklik RDA) sehingga pada panel kanan akan tertampil form E ntri K atalog seder hana seperti gambar di bawah ini:

PAGE – 4 ============
Halaman 4 of 22 Gambar 4. Tampilan form Entri Katalog Catatan: Apabila form entri katalog yang tampil terlihat jauh berbeda dengan gambar di atas , maka klik saja tombol Tampilkan Sederhana yang terdapat di kanan atas form c. Pilihlah Jenis Bahan Pustaka dengan mengklik kotak rua s pilihannya. Misalnya Monograf untuk entri data bibiografis jenis buku, laporan, dsb. Gambar 5. Ruas pilihan jenis bahan pustaka d. Isilah ruas Judul Utama (wajib diisi) e. Jika pada buku tersebut terdapat anak judul / sisa judul / judul paralel, maka isikanlah pada ruas Anak Judul f. Isilah ruras Penanggungjawab dengan nama – nama orang / lembaga yang mengarang, penterjemah, penyunting/editor , dan ilustra tor dari isi buku tersebu t. Gambar 6. Contoh pengisian ruas – ruas Judul

PAGE – 5 ============
Halaman 5 of 22 g. Isilah ruas Tajuk Pengarang Utama jika telah diketahui nama pengarang utama buku tersebut , baik nama orang maupun nama institusi . Ruas ini tidak harus diisi jika memang tidak terdapat pengarang utama dari buku tersebut. h. Jika terdapat pengarang kedua, ketiga, dan seterusnya dan/atau penyunting, penterjemah dan/atau ilustrastor , maka diisikan pada ruas Tajuk Pengarang Tambahan satu persatu (jangan digabungkan) . Gunakan tanda + untuk memunculkan ruas Tajuk Pengarang Tambahan berikutnya . Gambar 7. Contoh pengisian ruas – ruas Tajuk Pengarang i. Isilah ruas Tempat Terbit (nama kota) , Penerbit, dan Tahun Terbit pada kelompok ruas – ruas Penerbitan (wajib diisi) Gambar 8. Contoh pengisian ruas – ruas Penerbitan j. Isilah ruas – ruas Deskripsi Fisik , yang terdiri dari ruas Jumlah Halaman , Ket erangan Ilustrasi (jik a terdapat gambar, tabel, peta, dsb di dalam isi buku tersebut) , dan Dimensi dengan tinggi buku dalam ukuran Cm.

PAGE – 6 ============
Halaman 6 of 22 Gambar 9. Contoh pengisian ruas – ruas Desk ripsi Fisik k. Isilah ruas Edisi apabila terdapat informasi edisi atau cetakan di balik halaman judul buku tersebut l. Jika subjek dari isi buku tersebut telah ditentukan, isikanlah pada ruas Subje k . Jika subjek berupa nama orang, maka pilihlah Nama Orang pada pilihan subjek. Jika merupakan nama wilayah geografis, maka pilihlah Nama Geografis pada pilihan subjek. Selain itu biarkanlah terplih Topikal . m. Isilah Nomor Klasifikasi DDC dari subjek yang telah ditentukan pada ruas No. Klas. DDC n. Isilah ruas Nomor Panggil ( nomo r panggil katalog ) . Umumnya nomor panggil terdiri dari nomor klasifikasi DDC, tiga huruf awal tajuk pengarang utama, dan satu huruf pertama judul . Jika tidak terdapat tajuk pengarang utama, maka diisi kombinasi nomor klasifikasi DDC dan tiga mhuruf judul . o. Isilah ruas nomor ISBN yang biasanya terdapat pada kulit belakang buku . Jika tidak tersedia, maka kosongkan saja Gambar 10. Contoh pengisian ruas Edisi, Subjek, No. Klas DDC, No. Panggil, dan ISBN

PAGE – 8 ============
Halaman 8 of 22 s. Terakhir, klik tombol Simpan Tamp ilan form katalog yang telah tersimpan akan tampak seperti gambar berikut ini : Gambar 14. Contoh t ampilan form entri katalog berubah menjadi koreksi katalog setelah disimpan Pasca penyimpanan data bibliografis, Anda masih dapat melakukan koreksi atau menambahkan data bibliografis yang diperlukan . Jangan lupa untuk mengklik kembali tombol Simpan setel ahnya. 4. Menambahkan Data Eksemplar (Item Koleksi) Data eksemplar ( item koleksi ) adalah data – data yang terkait dengan pengadaan , penempatan, serta informasi ketersediaan dari masing – masing eksemplar bahan pustaka yang telah dimasukkan data bibliografisnya. Untuk memasukkan data eksemplar , pastikan bahwa data bibliografis bahan pustaka tersebut telah tersimpan dan telah dibuk a seperti seperti gambar berikut ini:

PAGE – 9 ============
Halaman 9 of 22 Gambar 14. Contoh tampilan data bibliografis bahan pustaka yang telah tersimpan dan sedang dibuka Berikut ini adalah langkah – langkah menambahkan data eksemplar: a. Klik tab Koleksi yang terdapat di bagian atas form koreksi katalog . Untuk lebih jelasnya l ihat gambar be rikut: Gambar 15. Tab Koleksi pada form koreksi katalog untuk berpindah ke informasi eksemplar dari judul bahan pustaka yang sedang dibuka Berikut ini adalah tampilan pada tab Koleksi yang sedang terbuka : Gambar 16. Tampilan dalam tab Koleksi pada form Koreksi Katalog

PAGE – 10 ============
Halaman 10 of 22 b. Pada tab Koleksi tersebut , klik tombol Tambah Eksemplar , sehi ngga muncul jendela Tambah eksemplar, seperti ini: Gambar 17. Tampilan form Tambah Eksemplar dalam tab Koleksi di form Koreksi Katalog c. Isilah ruas No. Induk ( wajib diisi) Nomor Induk biasanya berupa kode yang terdiri dari tahun pengadaan, nomor urut eksemplar di tahun tersebut, dan kode lain yang diperlukan sesuai kebijakan pengelola perpustakaan. Nomor induk biasanya bersifat unik, artinya nomor induk tidak bo leh ada yang sama. Gambar 18. Contoh pengisian nomor induk secara manual Tips : Pembentukan nomor induk dapat juga dilakukan secara otomatis dengan format yang dapat diatur pada menu Administrasi > Pengaturan Akuisisi > Penomoran Koleksi d. Isilah ruas Tanggal Pengadaan (wajib diisi) Formatnya dd – mm – yyyy (dua digit tanggal, dua digit bulan, empat digit tahun) , atau dengan memilih tanggal pada tampilan kalender yang muncul .

PAGE – 11 ============
Halaman 11 of 22 Gambar 19. Contoh pengisian Tanggal Pengadaan e. Pilih Jenis Sumber pengadaan (wajib diisi) . Apakah bersumber dari kegiatan pembelian, hadiah/hibah, dan sebagaianya (wajib diisi) Gambar 20. Contoh pengisian jenis sumber pengadaan f. Pilih Nama Sumber Pengadaan Disii Apabila ingin disertakan nama orang/lembaga/vendor yang menjadi partner pengadaan bahan pustaka tersebut. Gambar 21. Contoh pengisi an Nama Sumber Pengadaan g. Pilih Bentuk Fisik (wajib diisi) Adalah bentuk fisik dari eksemplar yang ditambahkan. Misalnya buku. Gambar 22. Contoh pengisian Bentuk Fisik eksemplar h. Pilih Kategori Koleksi (wajib diisi) Adalah pengkategorian kelompok koleksi sesuai dengan kebijakan pengelola perpustakaan . Misalnya Koleksi Umum, Koleksi Referensi, Koleksi Anak, dan sebagainya .

94 KB – 22 Pages