Kepolisian dalam arti sebagai alat administrasi Negara yang sifat preventif Tidak ada perbedaan yang prinsipil antara Hukum Tata Negara dengan Hukum.

36 KB – 97 Pages

PAGE – 2 ============
i Kata Pengantar Setelah kami ditugaskan untuk membina Mata Kuliah Hukum Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, maka kami menyusun Buku Hukum Administrasi Negara ini sebagai salah satu acuan bagi para mahasiswa dalam mempelajari Hukum Administrasi Negara . Buku-buku Hukum Administrasi Negara sudah cukup banyak beredar dalam masyarakat, namun setelah Reformasi Tahun 1998 dan terjadinya peubahan pertama sampai perubahan keempat terhadap UUD 1945, maka Hukum Administrasi Negara mengalami perubahan pula yaitu terbentuknya Lembaga-Lembaga Baru berikut fungsi dan wewenangnya menurut UUD 1945. Atas dasar itulah kami menyusun buku ini, walaupun buku ini bukan satu-satunya pegangan dalam kuliah-kuliah yang kami berikan kepada mahasiswa. Kami sadari bahwa buku ini belum sempurna baik isinya maupun teknik penulisannya, untuk itu kritik dan sumbang saran sangat diperlukan guna perbaikan kemudian. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menyertai dalam menjalankan tugas dan kewajiban kita semua. Amin. Bandung, September 2006 Penyusun

PAGE – 3 ============
ii DAFTAR ISI Hal Kata Pengantar i Daftar Isi ii BAB I : HUKUM ADMINISTRASI NEGARA 1 1. Pengertian dan Istilah 1 2. Definisi Hukum Administrasi Negara 3 3. Ruang Lingkup Hukum Administrasi Negara 7 4. Kedudukan dan Hubungan Hukum Administrasi Negara dengan Ilmu Hukum lainnya 10 BAB II : ADMINISTRASI NEGARA 17 1. Pengertian Administrasi 17 2. Pengertian Administrasi Negara 18 3. Sumber-Sumber Hukum Administrasi Negara 20 BAB III : TEORI-TEORI DALAM LAPANGAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA 26 1. Teori-Teori Dalam Lapangan Hukum Administrasi Negara 26 2. Tugas dan Fungsi Pemerintah 31 3. Penyelenggaraan Kepentingan umum 37 4. Freies Ermessen 39 BAB IV : ASAS-ASAS PEMERINTAHAN YANG BAIK 41 1. Komisi De Monchy 41 2. Asas Umum Pemerintahan Yang Baik Menurut UU No. 28 Tahun 1999 44 3. Menurut World Bank dan UNDP 46

PAGE – 4 ============
iii BAB V : SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 48 1. LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA MENURUT UUD 1945 48 1. MPR 48 2. DPR 50 3. DPD 51 4. Presiden dan Wakil Presiden 53 5. MA 54 6. MK 55 7. BPK 56 8. KY 56 2. LEMBAGA-LEMBAGA INDEPENDEN 57 BAB VI : PERBUATAN PEMERINTAH/ TINDAKAN PEMERINTAH 64 1. Pengertian 64 2. Beschikking/ Ketetapan 67 3. Macam-Macam Ketetapan 71 4. Perbuatan Pemerintah Lainnya 74 BAB VII : SISTEM PEMERINTAHAN DAERAH 78 1. Dasar Hukum 78 2. Asas-Asas Pemerintahan Daerah 79 BAB VII : BENDA-BENDA MILIK NEGARA 82 BAB IX : PERADILAN TATA USAHA NEGARA 85 DAFTAR PUSTAKA 90

PAGE – 8 ============
2 alasan sesuai dengan Undang-undang Pokok Kekuasaan Kehakiman No. 14 tahun 1970. 4. Prajudi Armosudidjo, dalam prasarannya di Musyawarah Nasional Persahi tahun 1972 di Prapat mengunakan istilah Peradilan Administrasi Negara. 5. W.F. Prins dalam bukunya Inhiding in het Administratif recht van Indonesia, menggunakan istilah, Hukum Tata Usaha Negara Indonesia. 6. Rapat Staf Dosen Fakultas Hukum Negeri seluruh Indonesia bulan Maret 1973 di Cirebon, memutuskan sebaiknnya menggunakan istilah Hukum Administrasi Negara dengan alasan Hukum Administrasi Negara pengertiannya lebih luas dan sesuai dengan perkembangan pembangunan dan kemajuan Negara Republik Indonesia kedepan. 7. Surat Keputusan Mendikbud tahun 1972, tentang Pedoman Kurikulum minimal Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, meggunakan istilah. Hukum Tata Pemerintahan ( HTP ). 8. Undang-undang Pokok Kekuasaan Kehakiman No. 14 tahun 1970 dan TAP MPR No. II/1983 tentang GBHN memakai istilah Hukum Tata Usaha Negara. 9. Surat Keputusan Mendikbud No. 31 tahu 1983, tentang kurikulum Inti Program Pendidikan Sarjana Hukum menggunakan istilah Hukum Administrasi Negara. Sejarah Hukum Administrasi Negara ( HAN ) atau Hukum Tata Usaha Negara (HTUN) atau Hukum Tata Pemerintahan ( HTP ) di Negeri Belanda disatukan dalam Hukum Tata Negara yang disebut Staats en Administratiefrecht.

PAGE – 9 ============
3 Pada tahun 1946 di Universitas Amsterdam baru diadakan pemisahan mata kuliah Administrasi Negara dari mata kuliah Hukum Tata Negara, dan Mr. Vegting sebagai guru besar yang memberikan mata kuliah Hukum Administrasi Negara. Tahun 1948 Universitas Leiden mengikuti jejak Universitas Amsterdam memisahkan Hukum Administrasi Negara dari Hukum Tata Negara yang diberikan oleh Kranenburg. Di Indonesia sebelum perang dunia kedua pada Rechtshogeschool di Jakarta diberikan dalam satu mata kuliah dalam Staats en administratiefrecht yang diberikan oleh Mr. Logemann sampai tahun 1941. Baru pada tahun 1946 Universitas Indonesia di Jakarta Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Negara diberikan secara tersendiri. Hukum Tata Negara diberikan oleh Prof. Resink, sedangkan Hukum Administrasi Negara diberikan oleh Mr. Prins. Berdasarkan uraian-uraian di atas jelaslah bahwa Ilmu Hukum Administrasi Negara adalah ilmu yang sangat luas dan terus berkembang mengikuti tuntutan Negara/masyarakat, sehingga lapangan yang kan digalinyapun sangat luas dan beranekan ragam dan campur tangfan pemerintah dalam kehidupan masyarakat. 2. Definisi Hukum Administrasi Negara Pada dasarnya definisi Hukum Administrasi Negara sangat sulit untuk dapat memberikan suatu definisi yang dapat diterima oleh semua pihak, mengingat Ilmu Hukum Administrasi Negara sangat luas dan terus berkembang mengikuti arah pengolahan/penyelenggaraan suatu Negara.

PAGE – 10 ============
4 Namun sebagai pegangan dapat diberikan beberapa definisi sebagai berikut : 1. Oppen Hein mengatakan fi Hukum Administrasi Negara adalah sebagai suatu gabungan ketentuan-ketentuan yang mengikat badan-badan yang tinggi maupun rendah apabila badan-badan itu menggunakan wewenagnya yang telah diberikan kepadanya oleh Hukum Tata Negara.fl 2. J.H.P. Beltefroid mengatakan fi Hukum Administrasi Negara adalah keseluruhan aturan-aturan tentang cara bagaimana alat-alat pemerintahan dan badan-badan kenegaraan dan majelis-majelis pengadilan tata usaha hendak memenuhi tugasnya.fl 3. Logemann mengatakan fi Hukum Administrasi Negara adalah seperangkat dari norma-norma yang menguji hubungan Hukum Istimewa yang diadakan untuk memungkinkan para pejabat administrasi Negara melakukan tugas mereka yang khusus.fl 4. De La Bascecoir Anan mengatakan fi Hukum Administrasi Negara adalah himpunan peraturan-peraturan tertentu yang menjadi sebab Negara berfungsi/ bereaksi dan peraturan-peraturan itu mengatur hubungan-hubungan antara warga Negara dengan pemerintah.fl 5. L.J. Van Apeldoorn mengatakan fi Hukum Administrasi Negara adalah keseluruhan aturan yang hendaknya diperhatikan oleh para pendukung kekuasaan penguasa yang diserahi tugas pemerintahan itu.fl 6. A.A.H. Strungken mengatakan fi Hukum Administarsi Negara adalah aturan-aturan yang menguasai tiap-tiap cabang kegiatan penguasa sendiri.fl

PAGE – 11 ============
5 7. J.P. Hooykaas mengatakan fiHukum Administarsi Negara adalah ketentuan-ketentuan mengenai campur tangan dan alat-alat perlengkapan Negara dalan lingkungan swasta.fl 8. Sir. W. Ivor Jennings mengatakan fiHukum Administarsi Negara adalah hukum yang berhubungan dengan Administrasi Negara, hukum ini menentukan organisasi kekuasaan dan tugas-tugas dari pejabat-pejabat administrasi.fl 9. Marcel Waline mengatakan fiHukum Administarsi Negara adalah keseluruhan aturan-aturan yang menguasai kegiataqn-kegiatan alat-alat perlengkapan Negara yang bukan alat perlengkapan perundang-undangan atau kekuasaan kehakiman menentukan luas dan batas-batas kekuasaan alat-alat perlengkapan tersebut, baik terhadap warga masyarakat maupun antara alat-alat perlengkapan itu sendiri, atau pula keseluruhan aturan-aturan yang menegaskan dengan syarat-syarat bagaimana badan-badan tata usaha negara/ administrasi memperoleh hak-hak dan membebankan kewajiban-kewajiban kepada para warga masyarakat dengan peraturan alat-alat perlengkapannya guna kepentingan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan umum. 10. E. Utrecht mengatakan fiHukum Administarsi Negara adalah menguji hubungan hukum istimewa yang diadakan agar memungkinkan para pejabat pemerintahan Negara melakukan tugas mereka secara khusus.

36 KB – 97 Pages