Rumusan masalah yang jelas dan tajam menjadi titik acuan yang akan membimbing peneliti untuk mengembangkan kerangka teoritis dan pemikiran dalam penyusunan
32 pages

57 KB – 32 Pages

PAGE – 1 ============
Modul 1 Perumusan Masalah Penelitian Dr . Ir. Mahdiyah , M. Kes . A . DESKRIPSI SINGKAT Studi Mandiri ini didasari dengan penguasaa n modul Metode Penelitian yang sudah dipelajari pada semester sebelumnya. Pada M odul 1 akan diuraikan tentang apa yang dimaksud dengan permasalahan penelitian, bagaimana cara mengidentifikasi dan merumuskannya, serta menjelaskannya sebagai dasar untuk penetapan tujuan suatu penelitian. Perumusan masalah penelitian sangat penting dalam mengawali suatu proses penelitia n. Seorang peneliti yang tidak mengetahui secara pasti apa masalah penelitian yang dihadapi, sama halnya dengan orang yang tidak tahu tentang apa yang harus dia perbuat. Masalah adalah kesenjangan ( discrepancy ) antara apa yang seharusnya (harapan) dengan a pa yang ada dalam kenyataan sekarang. Kesenjangan tersebut dapat mengacu kepada ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan lainnya. Rumusan masalah yang jelas dan tajam menjadi titik acuan yang akan membimbing peneliti untuk mengembangkan kerangka teoritis dan pemikiran dalam penyusunan tujuan, pengajuan hipotesis, analisis data dan kesimpulan penelitian. B . RELEVANSI Penelitian mandiri merupakan matakuliah yang berperan dalam tahap menyiapkan mahasiswa dalam mengua sai kompetensi penyelesaian tesis, khususnya dalam penyusunan proposal penelitian. Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting. Bahkan, tanpa perumusan masalah yang tepat dan memenuhi syarat, penelitian tidak akan membuahkan hasil apa – apa. Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga PENDAHULUAN

PAGE – 2 ============
1. 2 Studi Mandiri dan Seminar Proposal Penelitian sebagai research problem , diartikan sebagai suatu rumusan yan g mempertanyakan suatu fenomena atau kesenjangan baik dalam kedudukann ya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait dengan yang lainnya, mungkin sebagai penyebab maupun sebagai akibat. Mengingat demikian pentingnya kedudukan perumusan masalah di dalam kegiatan penelitian, sampai memunculkan suatu anggapan yang menyatakan bahwa kegiatan melakukan perumusan masalah, merupakan kegiatan separuh dari penelitian itu sendiri . C . TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Tujuan umum yang akan dicapai dalam matakuliah Studi Mandiri dan Seminar Prop osal ini adalah mahasiswa mampu merumuskan permasalahan penelitian. Adapun tujuan khusus mata kuliah ini adalah agar mahasiswa mampu: 1. Menjabarkan Inti Permasalahan Penelitian . 2. Menentukan Ciri – ciri Masalah penelitian yang Baik . 3. Menentukan S umber – S umber Masalah Penelitian . 4. Menjelaskan Tujuan Penelitian . 5. Merumuskan Masalah Penelitian . 6. Menyusun Rancangan Judul Penelitian .

PAGE – 3 ============
MPDR5300 /MODUL 1 1. 3 Kegiatan Belajar 1 Identifikasi Masalah dan Tujuan Penelitian A . URAIAN KONSEP/ TEORI Pada kegiatan belajar ini mencoba menjawab beberapa pertanyaan yaitu: 1) M enjabarkan permasalahan penelitian, yang mencakup: apa yang dimaksud dengan permasalahan penelitian, apa pentingnya perumusan masalah penelitian; 2) Merumuskan Masalah penelitian yang mencakup: bagaimana car a mengidentifikasi dan merumuskannya, serta dari mana peneliti dapat memperoleh sumber permasalahan penelitian tersebut. B . IDENTIFIKASI MASALAH PENELITIAN Penelitian dianggap penting dan dapat dilakukan jika terdapat permasalahan penelitian. Masalah diartikan sebagai suatu situasi dimana suatu fakta yang terjadi sudah menyimpang dari batas – batas toleransi yang diharapkan. Masalah penelitian juga dapat diartikan sebagai suatu persoalan atau kesenjangan yang mungkin dapat menuntun peneliti untuk menca ri jawaban atau solusinya. Adanya kesenjangan tersebut menimbulkan pertanyaan lebih lanjut, yaitu mengapa kesenjangan terjadi, dan dari pertanyaan inilah permasalahan penelitian dapat dikembangkan. Pertanyaan selanjutnya ialah, apakah setiap kesenjangan d apat dikembangkan menjadi permasalahan penelitian? Jawabannya ternyata tidak semuanya. Ada kondisi – kondisi lain yang perlu dipenuhi. Dari uraian di atas dapat dirangkum adanya suatu kondisi problematik tertentu, yang menandakan suatu penelitian dapat dikem bangkan, yaitu: 1. Adanya kesenjangan dari yang seharusnya (teori maupun fakta empirik temuan penelitian terdahulu) dengan kenyataan sekarang yang dihadapi. 2. Dari kesenjangan tersebut dapat dikembangkan pertanyaan, mengapa kesenjangan itu terjadi. 3. Pertanyaan t ersebut memungkinkan untuk dijawab, dan jawabannya lebih dari satu kemungkinan.

PAGE – 4 ============
1. 4 Studi Mandiri dan Seminar Proposal Penelitian Sebelum menetapkan berbagai identifikasi masalah, kesenjangan atau problematik yang akan dibahas diuraikan dulu sebagai latar belakang masalah. C. LATAR BELAKANG MASAL AH Lat ar belakang suatu penelitian memiliki peranan untuk: 1. Menjelaskan situasi dan kondisi yang melatar belakangi terjadinya masalah tersebut. 2. Menguraikan kesenjangan – kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, teori dengan praktek, rencana dengan pelaksanaan dan kesenjangan lainnya yang ada . 3. Menceritakan apa yang mendorong seorang peneliti untuk melakukan penelitian terhadap suatu permasalahan . 4. Menjelaskan tentang alasan – alasan penting dan bagaimana menariknya masalah untuk diteliti dalam jangkauan kemampuan a kademik, biaya, tenaga, dan waktu peneliti . Identifikasi masalah perl u memperhatikan apakah masalah/ fokus yang dipilih cukup: 1. E sensial Pentingnya nilai penelitian menduduki urutan paling utama di antara masalah – masalah yang ada . 2. U rgen Masalah tersebut dianggap mendesak (urgen) untuk dipecahkan. 3. B ermanfaat Memiliki kegunaan atau kebermanfaatan jika masalah penelitian dipecahkan. Permasalahan dalam penelitian sering disebut problema atau metode dan secara umum dikelompokkan ke dalam 3 j enis yaitu problema deskriptif, problema komparatif dan problema korelatif. 1. Problema deskriptif: problema untuk mengetahui status variabel dan mendeskripsikan fenomena tersebut , s ehingga lahirlah penelitian deskriptif (termasuk survey), penelitian historis , dan filos o fis. 2. Problema komparatif: problema untuk membandingkan dua fenomena/variabel atau lebih. Disini peneliti berusaha mencari

PAGE – 5 ============
MPDR5300 /MODUL 1 1. 5 persamaan dan perbedaan fenomena, selanjutnya mencari arti atau manfaat dari persamaan dan perbedaan tersebut . 3. Problema As os iatif /korelatif: problema untuk mencari hubungan antara dua fenomena atau variabel. Problema korelasi ada dua macam, yaitu korelasi sejajar, dan korelasi sebab akibat. Ketiga jenis permasalahan ini biasanya dijadikan dasar peneliti dalam merumuskan jud ul penelitian. Secara lebih operasional, permasalahan penelitian adalah: Suatu rumusan kalimat interogatif mengenai hubungan antara dua variab el atau lebih yang belum terjawab dengan teori atau penelitian yang ada. Berdasarkan pengertian tersebut diketahu i bahwa rumusan permasalahan penelitian harus atau yang ingin dibuktikan peneliti, baik dalam kalimat tanya maupun dalam kalimat positif. Namun, walaupun rumusan kalimat interogatif b ukan suatu keharusan, disarankan kepada peneliti untuk menggunakan kalimat tanya. Saran ini didasarkan atas pertimbangan, bahwa dengan kalimat tanya akan lebih mudah diperoleh sifat – sifat tajam dan spesifik tentang inti masalah yang dipersoalkan, sebagai s ifat yang amat penting dalam perumusan masalah penelitian. D . SUMBER – SUMBER MASALAH PENEL ITIAN Masalah penelitian merupakan masalah atau isu yang menuntun pada keharusan dilaksanakannya penelitian tersebut. Masalah ini bisa muncul dari berbagai sum ber. Ia bisa bersumber dari pengalaman yang pernah dira sakan peneliti dalam kehidupan pribadi atau tempat kerjanya. Ia juga bisa berasal dari perdebatan ekstensif dalam literature – literatur. Ia juga bisa muncul dari perdebatan kebijakan di pemerintahan ata u antara para eksekutif kenamaan. Intinya, sumber – sumber masalah penelitian bisa jadi sangat beragam. Berbagai sumber, dari mana permasalahan penelitian dapat digali, diidentifikasi dan dikembangkan, antara lain dari: 1. Pengalaman Pribadi Setiap orang dapat mengi dentifikasi secara unik masalah dari pengalaman pribadinya dalam keseharian, juga pengalaman akademik selama belajar, dan mengerjakan tugas ataupun laporan .

PAGE – 6 ============
1. 6 Studi Mandiri dan Seminar Proposal Penelitian 2. Lanjutan atau Perluasan Penelitian Peneliti dapat mengambil permasalahan penelitia n dari hasil penelitian sebelumnya, yang biasanya tercantum pada saran untuk mengembangkan atau melanjutkan penelitian tersebut. 3. Sumber Kepustakaan: buku Teks, Jurnal, Laporan Penelitian Membaca buku teks, jurnal maupun laporan penelitian, selain dap at memperkaya khasanah pengetahuan, juga dapat dijadikan sebagai sumber bahan identifikasi masalah yang memberi rekomendasi untuk melakukan penelitian lanjutan. 4. Forum Pertemuan Ilmiah dan Diskusi Hasil pertemuan ilmiah dan diskusi dengan orang yang lebih berpengalaman atau para pakar di bidangnya dapat membuka wawasan dan pandangan lain untuk memperoleh identifikasi masalah yang direncanakan sebagai bahan untuk menyusun skripsi atau tesis. 5. Observasi atau pengalaman langsung dalam praktek Hasil observas i dan pengalaman langsung juga merupakan sumber yang masalah yang potensial dijadikan dalam merencanakan suatu penelitian. 6. Perubahan Paradigma dalam pendidikan Paradigma pendidikan yang sel alu berubah dan berkembang dari masa ke masa dalam berbagai hal se perti kurikulum, media dan metode pembelajaran dapat dijadikan sumber berbagai identifikasi masalah untuk penelitian. 7. Fenomena Pendidikan dalam kelas, luar kelas dan di Masyarakat Fenomena pendidikan yang terjadi baik dalam kelas, luar kelas maupun dalam masyarakat dapat mendorong peneliti untuk menjadikannya sebagai sumber masalah yang dapat diangkat dalam suatu penelitian . 8. Deduksi dari teori Terdapatnya deduksi dari teori yang sudah ada ataupun merupakan cabang studi yang sedang dikembangkan. Hal – hal yang dapat dipermasalahkan dalam penelitian adalah masalah atau peluang , dimana pendefinisiannya harus jelas baik keluasannya maupun kedalamannya. Masalah diartikan sebagai suatu situasi dimana suatu fakta yang terjadi sudah menyimpang dari batas – batas to leransi yang diharapkan .

PAGE – 8 ============
1. 8 Studi Mandiri dan Seminar Proposal Penelitian a. Tujuan harus ada hubungannya dengan rumusan masalah atau secara eksplisit diarahkan untuk menjawab perumusan masalah . b. Tu juan penelitian dinyatakan dengan kalimat deklaratif . c. Tujuan penelitian dikemukakan sebagai sesuatu yang ingin dicapai melalui proses penelitian . d. Tujuan penelitian harus jelas dan tegas. Berdasarkan Sifat dan karakteristik permasalahan penelitian, tujua n dilakukannya suatu penelitian (Sutrisno Hadi, 2001) akan dapat menjawab peranannnya yaitu untuk: a. Menemukan pengetahuan . b. Mengembangkan pengetahuan . c. Menguji kebenaran suatu pengetahuan . Batasan Masalah merupakan pembatasan ruang lingkup masalah, sebagai a kibat keterbatasan yang dimiliki peneliti, dimana dapat saja masalah – masalah yang telah diidentifikasi tidak dapat diteliti semua, sehingga perlu ditetapkan batasan dalam suatu penelitian, agar penelitian memiliki fokus (tidak melebar) pada suatu kondisi t ertentu. Dengan d emikian, uraian tentang alasan – alasan pembatasan masalah akan sesuai dengan kemampuan peneliti. Asumsi – asumsi dan pembatasan penelitian terutama sebelum merumuskan masalah penelitian merupakan hal yang perlu dikemukakan peneliti untuk meng hindari salah pengertian para pembaca dan pengguna hasil penelitian. masih perlu memunculkan terlebih dahulu berbag ai faktor yang terkait dengan masalah pelaksanaan UAN tersebut, seperti tekanan orangtua untuk memoperoleh nilai yang baik, harapan yang ditekankan guru kepada siswa, kesempatan atau peluang yang mungkin dibiarkan oleh pihak sekolah atau pengawas ujian, se rta persaingan yang semakin berat untuk masuk perguruan tinggi dan lainnya. Jika peneliti tidak mempertimbangkan dan menggunakan seluruh faktor – faktor yang mungkin memberi peran atau pengaruh pada hasil penelitian, sebaiknya peneliti menyebutkan bahwa pen elitian tersebut hanya mungkin) terhadap kecurangan siswa SMA dalam pelaksanaan Ujian Akhir Nasional,

PAGE – 9 ============
MPDR5300 /MODUL 1 1. 9 untuk kelu lusan siswa pada kecenderungan kecurangan siswa SM A dalam menempuh Sayang, B anyak peneliti yang tidak secara jelas mengidentifikasi batasan masalah penelitian. Kondisi tersebut mungkin juga akan menyebabkan penelitian ini menjadi memiliki fa ktor – faktor yang bias atau tidak terkontrol. 1) Jelaskan apa yang mendasari pentingnya dilakukan suatu penelitian ! 2) Uraikan tujuan suatu penelitian yang diharapkan. Petunjuk Jawaban Latihan 1) Penelitian dianggap penting dilaksanakan, kalau terdapat p ermasalahan penelitian yang penting diselesaikan dan memberi manfaat jika penelitian tersebut dilakukan. Peneliti harus mampu mengungkapkan atau mengidentifikasi masalah dengan konkrit, didasari dengan latar belakang masalah yang cukup kuat. Petunjuk jawab an : Selengkapnya, baca kembali materi tentang Identifikasi masalah penelitian dan Latar belakang penelitian. 2) Tujuan penelitian adalah suatu harapan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan sesuai dengan sifat dan karakteristik penelitian tersebut. Petunjuk jawaban : Selengkapnya, simak kembali materi yang menjelaskan tentang tujuan penelitian. Masalah adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya (harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan sekarang. Kesenjangan tersebut dapat mengacu pa da ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan lain sebagainya. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! RANGKUMAN

PAGE – 10 ============
1. 10 Studi Mandiri dan Seminar Proposal Penelitian Masalah dalam penelitian merupakan: 1. Titik awal suatu proses penelitian . 2. Pertanyaan – pertanyaan penting yang ingin dijawab atau dicari penyelesaiannya dal am suatu penelitian. 3. Dirumuskan dari masalah yang sudah diidentifikasi, dipilih dan diberi batasan. 4. Titik acuan untuk penyusunan tujuan, pengajuan hipotesis, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian merupakan suatu pernyataan mengenai apa yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan. Tujuan harus ada hubungannya dengan rumusan masalah dan dinyatakan dengan kalimat deklaratif. Kegunaan/Manfaat Penelitian mencakup tentang: 1. Uraian tentang kegunaan penelitian bagi masyarakat dan peng embangan ilmu . 2. Uraian tentang manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian untuk pengembangkan ilmu pengetahuan, dan penelitian lanjutan, lembaga maupun masyarakat. 1) Jelaskan dari sumber mana saja masalah penelitian dapat digali ! 2) Sebutkan ciri – ci ri masalah penelitian yang baik ? Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi K egiatan Belajar 1. Arti tingkat penguasaan: 90 – 100% = baik sekali 80 – 89% = baik 70 – 79% = cukup < 70% = k urang TES FORMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Tingk at penguasaan = 57 KB – 32 Pages