Doclinks.org – Siapa dari kalian yang kehidupan sehari-harinya berdekatan dengan api, entah itu suka merokok atau bekerja di dekat api, jika kalian kena luka bakar jangan sampai disepelekan, ya.
Beberapa dampak luka bakar yang tidak mendapatkan perawatan dengan cepat dan tepat dapat menjadi hal yang buruk.
Hal ini tidak hanya berkaitan dengan Kesehatan kulit kalian saja. Rekonstruksi, sebuah prosedur bedah plastik yang digunakan untuk mengembalikan bagian tubuh yang rusak ke kondisi normal, adalah salah satu cara untuk menangani luka bakar.
Andi Azwadi Rais, seorang spesialis bedah plastik-rekonstruksi dan estetik di RS EMC Alam Sutera, mengatakan bahwa jika rekonstruksi tidak dilakukan setelah luka bakar, itu akan berdampak buruk pada kesehatan Anda dan dapat menyebabkan masalah lebih lanjut:
BACA JUGA: Katalog Promo JSM Superindo Minggu Ini 20 – 22 Februari 2026, Diskon Durian Mulai Rp6 Ribuan
Kulit menjadi kaku dan menarik jaringan sekitar
Setelah luka bakar sembuh, kulit biasanya tidak akan sama seperti sebelumnya. Area tersebut dapat menjadi keras, kaku, dan tidak elastis. Akibatnya, kulit akan menarik jaringan di sekitarnya.
“Kalau luka bakar terjadi di area sendi seperti leher, siku, lutut, atau jari, kondisi ini bisa membuat gerakan menjadi terbataas. Aktiviyas sederhana seperti menoleh, genggaman, atau berjalan pun bisa terasa sulit dan tidak nyaman,” ucap Andi yang dikutip dari laman EMC.
Gangguan fungsi organ di sekitar luka
Luka bakar di wajah, tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya dapat mengganggu fungsi vital jika tidak diperbaiki. Berikut beberapa contoh luka bakar.
Luka bakar di sekitar mulut dapat menyulitkan makan dan berbicara, dan luka di tangan dapat menyulitkan memegang atau melakukan aktivitas harian. Dalam jangka panjang, fungsi-fungsi ini dapat terganggu jika tidak diperbaiki.
BACA JUGA: THR ASN Kapan Cair Tahun 2026? Anggaran Sudah Direncanakan, Simak Jadwalnya Berikut!
Nyeri berkepanjangan
Rasa tidak nyaman sering terjadi akibat luka bakar yang tidak ditangani dengan baik. Kulit mungkin tertarik, perih, atau sensitif terhadap sentuhan.
Pada beberapa orang, rasa nyeri ini tidak hanya muncul sesekali, tetapi dapat bertahan lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan saat beristirahat.
Luka mudah terbuka kembali
Setelah luka bakar, kulit biasanya lebih tipis dan rapuh, dan jika tidak diperbaiki, area tersebut lebih mudah terluka lagi karena gesekan dan tekanan.
Jika luka terbuka kembali, proses penyembuhan berulang dan kemungkinan infeksi akan memperpanjang masalah.
Perubahan bentuk tubuh yang menetap
Jika tidak diobati, luka bakar yang luas atau dalam dapat mengubah bentuk tubuh secara permanen.
Permukaan kulit dapat tertarik ke satu arah, tidak rata, atau menebal.Rasa percaya diri seseorang dan kenyamanan saat beraktivitas dan bersosialisasi dapat dipengaruhi oleh perubahan ini, meskipun tidak selalu berbahaya.
Dampak psikologis dan emosional
Akibat perubahan fisik yang disebabkan oleh luka bakar, banyak orang merasa minder, cemas, atau menarik diri dari lingkungan sosial.
Bekas luka dapat meningkatkan tekanan emosional jika menyebabkan keterbatasan gerak atau perubahan tampilan yang cukup jelas. Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.