Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental Menurut Psikiater, Jadi Kesempatan untuk Reset Mental

DOCLINKS.ORG – Tidak hanya berguna sebagai Kesehatan fisik, berikut ini adalah beberapa manfaat puasa untuk Kesehatan mental di Ramdan 2026.

Seorang psikiater Lahargo Kembaren, mengutip dari laman Liputan6 mengatakan bahwa ibadah puasa selama sebulan ini adalah kesempatan bagi kita umat Muslim yang mengamalkannya untuk reset mental.

“Puasa berhubungan dengan peningkatan faktir neurotropik seperti BDNF (Brain Derived Neurotrophic Factor) yang mendukung neuroplasitis yaitu kemampuan otak membetuk jalur baru. Secara psikologis ini memberikan peluang untuk mengubah kebiasaan lama menjadi pola yang lebih sehat,” ucap dokter Pengabdian Masyarakat Perhimpunan dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia.

Puasa memberi kesempatan bagi otak dan emosi untuk melakukan reset. Saat kalian membatasi asupan dan menahan keinginan, tubuh memicu proses biologis yang berdampak pada fungsi otak.

Salah satunya adalah peningkatan Brain Derived Neurotrophic Factor atau BDNF. Zat ini berperan dalam membantu pembentukan jalur saraf baru. Otak menjadi lebih adaptif. Kalian lebih mudah mengubah pola pikir lama yang tidak sehat.

BACA JUGA: Tidur Seharian saat Puasa di Bulan Ramadan Apakah Membatalkan? Ini Hukum dan Dalilnya!

Manfaat puasa untuk kesehatan mental juga terlihat dari kemampuan kalian mengendalikan impuls.
Setiap hari kalian berlatih menunda keinginan sederhana seperti minum atau makan. Latihan ini berdampak pada cara kalian mengambil keputusan.

Kalian belajar memberi jeda sebelum bereaksi. Saat emosi muncul, kalian tidak langsung meluapkannya. Kebiasaan ini membantu menurunkan perilaku impulsif dan meningkatkan kedisiplinan diri.

Selama Ramadan, banyak dari kalian juga merasakan pikiran lebih jernih. Jadwal yang lebih teratur, waktu sahur, ibadah, hingga berbuka, membentuk struktur harian yang konsisten.

Struktur ini membantu otak bekerja lebih fokus. Kalian lebih sadar terhadap apa yang dilakukan. Ketika distraksi berkurang, konsentrasi meningkat. Beberapa orang bahkan merasa lebih produktif meski waktu makan terbatas.

BACA JUGA: 10 Pilihan Menu Buka Puasa dari Telur yang Bisa Dibikin Anti Ribet dan Cepat Menjelang Maghrib

Manfaat puasa untuk kesehatan mental berikutnya adalah meningkatnya empati. Saat kalian merasakan lapar dan haus, kalian lebih mudah memahami kondisi orang lain yang hidup dalam keterbatasan.

Rasa ini mendorong tindakan nyata seperti berbagi makanan, bersedekah, atau membantu sesama. Interaksi sosial yang hangat selama buka puasa bersama atau kegiatan ibadah berjamaah juga memperkuat dukungan sosial.

Dukungan sosial terbukti berperan penting dalam menjaga stabilitas emosi dan mencegah stres berlebihan.

Puasa juga memberi ruang untuk refleksi diri. Kalian memiliki lebih banyak momen hening, terutama saat menjelang berbuka atau setelah salat malam. Di saat itu, kalian bisa mengevaluasi kebiasaan, sikap, dan tujuan hidup.

BACA JUGA: Gak Cuma Tidur Siang yang Cukup, Ini Tips Puasa untuk Usia 30 Tahun ke Atas agar Badan Tetap Fit dan Tidak Lesu

Proses ini membantu kalian menata ulang prioritas. Banyak orang menggunakan Ramadan sebagai titik awal memperbaiki pola hidup, termasuk mengurangi kebiasaan negatif yang memicu kecemasan atau rasa bersalah.

Secara psikologis, puasa berfungsi sebagai detoks mental. Kalian tidak hanya membersihkan tubuh, tetapi juga menyaring pikiran.

Saat kalian membatasi konsumsi berlebihan, termasuk hiburan dan media sosial, pikiran menjadi lebih tenang.

Keseimbangan emosi lebih mudah tercapai. Tingkat stres dapat menurun karena kalian memiliki tujuan spiritual yang jelas selama satu bulan penuh.

Di Ramadan 2026 ini, kalian bisa menjadikan puasa sebagai sarana perawatan mental yang terarah. Mulailah dengan niat memperbaiki diri. Atur waktu istirahat dengan cukup. Manfaatkan momen ibadah untuk refleksi.

BACA JUGA: Masih Punya Utang Puasa di Ramadhan Kemarin? Lunasin Sekarang! Ini Niat Puasa Pengganti Bulan Ramadhan

Jaga interaksi sosial yang positif. Dengan cara itu, manfaat puasa untuk kesehatan mental tidak berhenti saat Ramadan usai, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari hari kalian.

Leave a Comment