Doclinks.org – Jika kalian punya kucing peliharaan di rumah, kalian wajib tahu cara perawatan bulu kucing agar tidak rontok dan tebal berikut ini.
Merawat anabul adalah salah satu terapi mental yang memerlukan ketelitian tinggi dan juga perhatian khusus pada hewan peliharaan kalian.
Bulu kucing yang sehat dan lebat tidak hanya menjadi penarik perhatiannya tapi juga dapat menjaga Kesehatan kalian dan anggota keluarga lain agar tidak menderita gangguan Kesehatan akibat bulu yang rontok.
Dengan perawatan yang tepat, tentunya si anabul bisa bermain di dalam rumah dengan lebih bebas dan kalian tidak perlu khawatir akan kerontokan bulu yang berserakan.
Dan berikut ini adalah 6 perawatan bulu kucing agar tidak rontok dan tebal yang wajib dilakukan pemilik anabul di rumah.
BACA JUGA: 10 Manfaat Pelihara Kucing di Dalam Rumah untuk Kesehatan Hingga Teman Curhat
1. Memandikan kucing dengan sampo khusus
Untuk menjaga kebersihan bulu kucing, gunakan sampo khusus kucing yang mengandung formula lembut dan bebas bahan kimia keras.
Mandikan kucing setiap tiga hingga empat minggu sekali, atau sesuai anjuran dokter hewan, untuk menjaga rambutnya bebas kutu dan jamur.
2. Menyisir bulunya secara rutin
Secara teratur menyisir bulu kucing membantu mengangkat bulu mati, mencegah kekusutan, dan merangsang produksi minyak alami di kulit.
Sisir bulu kucing setiap hari, terutama untuk kucing berbulu panjang seperti Maine Coon atau Persia. Gunakan sisir yang sesuai dengan jenis bulu kucing Anda.
3. Memberikan asupan nutrisi yang tepat
Perawatan luar juga penting. Untuk mendapatkan bulu kucing yang lebih halus, kuat, dan bercahaya, berikan makanan kucing dengan minyak ikan atau salmon yang kaya akan omega-3 dan omega-6.
Jika diperlukan, konsultasikan dengan dokter hewan Anda tentang suplemen tambahan.
4. Menjaga lingkungan sekitar
Untuk menjaga bulu kucing tetap sehat, lingkungannya harus bersih dan bebas dari parasit seperti kutu dan tungau.
Pastikan area bermain kucing, mainan, dan tempat tidurnya selalu bersih dan bebas kuman. Lakukan pembersihan rutin untuk menghindari infeksi kulit yang dapat menyebabkan kerontokan bulu.
5. Mengelola stress kucing
Salah satu penyebab utama kerontokan bulu pada kucing adalah stres. Pastikan kucing mendapat cukup perhatian dari pemiliknya, merasa nyaman di rumah, dan tidak terancam.
Sediakan area bermain atau area khusus untuk kucing agar mereka dapat bersenang-senang.
Lihat perubahan perilaku yang menunjukkan stres, seperti menjadi agresif, sembunyi, atau enggan makan. Konsultasikan dengan dokter hewan atau behaviorist hewan jika diperlukan.
6. Pemeriksaan rutin ke dokter hewan
Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mengidentifikasi masalah kulit dan bulu pada tahap awal.
Dokter hewan dapat membantu menemukan sumber iritasi atau kerontokan dan memberikan perawatan yang tepat.
Jika Anda melihat gejala seperti bulu rontok berlebihan, luka di kulit, atau kucing yang terus menggaruk tubuhnya, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter Anda.
Dan demikian tadi beberapa tips perawatan bulu kucing agar tidak rontok dan jadi tebal yang wajib diketahui dan dilakukan oleh pemilik anabul di rumah.