doclinks.org – Jangan sampai kalian ketinggalan pencairan bansos PKH dan BPNT Tahap 1 yang mulai disalurkan Januari hingga Maret 2026 ini.
Pemerintah membuka peluang kepada keluarga kurang mampu dengan memberikan bantuan sosial atau bansos yang disalurkan melalui Kemensos atau Kementerian Sosial.
Adapun bantuan sosial yang rutin dicairkan melalui beberapa himbara atau kantor Pos.
Nah, di Januari ini, kalian bisa mendapatkan bantuan uang dari pemerintah senilai Rp750.000, di bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Januari ini, NIK KTP yang merupakan KPM atau Keluarga Penerima Manfaat siap ditransfer ke rekening mereka.
Nah, untuk informasi lengkap kapan bansos 2026 cair lagi, khususnya untuk BPNT dan PKH tahap 1, berikut ini uraian lengkap yang bisa kalian simak selengkapnya.
Pemerintah menjamin pencairan Bansos BPNT Tahap 1 2026 akan dilakukan secara bertahap sesuai wilayah pada tahun 2026.
Setiap KPM memiliki kemampuan untuk melihat apakah mereka terdaftar dalam daftar wilayah penyaluran resmi pemerintah.
Pencairan tahap pertama diperkirakan berlangsung dari Februari hingga Maret 2026 untuk tahun 2026; tanggal pasti pengumuman resmi pemerintah masih belum diketahui.
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1
Sedangkan untuk kalian yang menunggu kapan bisa cair, berikut ini adalah jadwal pencairan yang dibagi dalam 4 tahap.
- Tahap 1: Januari – Maret 2026
- Tahap 2: April – Juni 2026
- Tahap 3: Juli – September 2026
- Tahap 4: Oktober – Desember 2026
Nominal Bansos PKH dan BPNT Tahap 1
Nah, untuk kalian yang penasaran berapa besaran atau nominal yang bisa kalian terima dari bantuan sosial ini, untuk BPNT 2026 sendiri ditetapkan Rp200.000 per bulannya sehingga setiap KPM menerima Rp600 ribu setiap tahapnya.
Sementara itu, untuk nominal PKH 2026 yang bisa diterima ini memiliki kategori penerimanya, adapun kategorinya dibagikan berdasarkan hal berikut:
- Ibu hamil & anak usia dini: Rp750.000 per tahap
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun
- Siswa SMP: Rp1,5 juta per tahun
- Siswa SMA: Rp2 juta per tahun
- Lansia & disabilitas berat: Rp2,4 juta per tahun
- Korban pelanggaran HAM berat: hingga Rp10,8 juta
Cara Cek Status Penerima
Mengecek status penerima Bansos (Bantuan Sosial) lewat HP sangat mudah dan bisa dilakukan dengan dua cara resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos). Berikut adalah panduan lengkapnya untuk Anda:
1. Lewat Website Resmi (Tanpa Aplikasi)
Cara ini paling praktis karena tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan. Cukup gunakan browser di HP Anda (seperti Chrome atau Safari).
- Buka Situs: Kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Isi Wilayah: Masukkan data tempat tinggal Anda sesuai KTP, mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan.
- Masukkan Nama: Ketik nama lengkap Anda sesuai dengan yang tertera di KTP.
- Kode Verifikasi: Masukkan 4 huruf kode (captcha) yang muncul di kotak. Jika kurang jelas, klik ikon refresh untuk mendapatkan kode baru.
- Cari Data: Klik tombol “CARI DATA”.
Hasilnya: Jika Anda terdaftar, akan muncul tabel berisi nama, usia, dan status berbagai jenis bantuan (seperti PKH, BPNT, atau PBI-JK) beserta periode pencairannya.
2. Lewat Aplikasi “Cek Bansos”
Cara ini lebih lengkap karena Anda bisa mengusulkan diri sendiri atau orang lain jika merasa layak namun belum terdaftar.
Unduh Aplikasi: Cari aplikasi “Cek Bansos” di Google Play Store atau App Store. Pastikan pembuatnya adalah Kementerian Sosial RI.
- Registrasi Akun: Klik “Buat Akun Baru”. Anda akan diminta mengisi:
- Nomor Kartu Keluarga (KK) dan NIK.
- Nama lengkap dan alamat sesuai KTP.
- Mengunggah foto KTP dan swafoto (selfie) memegang KTP.
- Aktivasi: Tunggu proses verifikasi dari admin Kemensos (biasanya melalui email).
Cek Status: Setelah akun aktif, masuk (login) dan pilih menu “Cek Bansos”. Masukkan data wilayah dan nama untuk melihat status kepesertaan.