Doclinks.org – Banyak orang yang mengatakan fakta makan tengah malam bisa membuat berat badan naik secara signifikan dan memengaruhi kesehatan, benarkah fakta tersebut?
Banyak orang percaya makan di malam hari, apalagi tengah malam, pasti membuat berat badan naik. Anggapan ini terdengar masuk akal, tapi tidak sepenuhnya benar.
Yang menentukan kenaikan berat badan bukan jam makannya, melainkan total kalori dan jenis makanan yang Kamu konsumsi dalam satu hari.
Dalam dunia medis dan gizi, fakta makan tengah malam dijelaskan dengan cukup jelas. Tubuh manusia tidak langsung mengubah makanan menjadi lemak hanya karena dimakan malam hari.
BACA JUGA: 5 Jenis Makanan Penambah Berat Badan, Simak Jadwal Makan yang Efektif untuk Meningkatkan BB
Tubuh tetap mencerna makanan dan menggunakan energi sesuai kebutuhan. Berat badan naik ketika asupan kalori harian lebih besar dibanding kalori yang dibakar, bukan semata karena makan di waktu tertentu.
Masalahnya, makan tengah malam sering dikaitkan dengan pilihan makanan yang kurang tepat. Banyak orang yang makan larut malam memilih makanan praktis dan tinggi kalori.
Contohnya mie instan, gorengan, camilan kemasan, atau minuman manis. Kalori dari makanan ini tinggi, tapi rasa kenyang tidak bertahan lama.
Akibatnya, total kalori harian mudah berlebih tanpa disadari. Inilah salah satu fakta makan tengah malam yang jarang disadari.
Fakta lain dari makan tengah malam adalah kondisi metabolisme tubuh yang mulai melambat. Di malam hari, aktivitas fisik biasanya menurun.
Tubuh tidak banyak bergerak seperti siang hari. Jika Kamu makan dalam porsi besar dan langsung tidur, energi dari makanan tidak banyak digunakan. Kalori yang tidak terpakai berpotensi disimpan sebagai lemak jika terjadi terus-menerus.
Namun, fakta makan tengah malam juga menunjukkan bahwa makan malam atau makan larut tidak selalu buruk. Pekerja malam, sopir, tenaga medis, atau orang dengan jam kerja tidak normal tetap membutuhkan energi.
Dalam kondisi ini, makan tengah malam justru membantu menjaga fokus dan stamina. Kuncinya ada pada porsi dan komposisi makanan.
Makanan tinggi protein, serat, dan rendah gula lebih aman dikonsumsi malam hari. Contohnya telur rebus, sup sayur, buah, atau yogurt tanpa gula.
Makanan ini membantu mengontrol rasa lapar tanpa menambah kalori berlebihan. Fakta makan tengah malam menegaskan bahwa pilihan makanan jauh lebih penting daripada jam makan.
Jarak waktu makan dengan tidur juga berpengaruh. Idealnya, makan terakhir dilakukan sekitar dua sampai tiga jam sebelum tidur.
Waktu ini memberi kesempatan tubuh mencerna makanan dengan baik. Tidur dengan perut terlalu penuh bisa memicu gangguan pencernaan dan kualitas tidur menurun.
Dari semua penjelasan tersebut, fakta makan tengah malam bisa dirangkum dengan sederhana. Makan tengah malam tidak otomatis membuat berat badan naik.
BACA JUGA: 7 Jenis Makanan yang Jangan Dikonsumsi Bareng Kopi, Salah Satunya Gorengan!
Risiko muncul ketika Kamu sering makan berlebihan, memilih makanan tinggi kalori, dan jarang bergerak.
Jika Kamu mampu mengatur porsi, jenis makanan, dan pola hidup, makan di malam hari bukan masalah besar bagi kesehatan.