Kumpulan Doa Megengan Puasa yang Bisa Kamu Amalkan Mulai Kamis, 19 Februari 2026

Doclinks.org – Berdasarkan putusan ulama, ibadah puasa akan mulai dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Dan berikut ini adalah kumpulan doa megengan puasa yang bisa kalian amalkan.

Pertama-tama, apa sebenarnya doa megengan puasa itu? Bagi saya, doa megengan adalah doa yang dibaca saat berbuka puasa, biasanya setelah makan sahur atau saat matahari terbenam.

Kata “megengan” berasal dari bahasa Jawa yang berarti berbuka, dan doa ini sering kali berisi permohonan ampun, syukur atas nikmat, serta harapan agar puasa kita diterima.

Di bulan Ramadan, doa megengan puasa menjadi ritual harian yang mengingatkan kita pada esensi ibadah ini: bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga membersihkan jiwa.

Bayangkan saja, setelah seharian menahan godaan dunia, kita duduk bersama keluarga, dan dengan suara lembut, kita panjatkan doa megengan puasa yang penuh haru. Itu momen yang benar-benar menyentuh hati, bukan?

Berdasarkan berbagai sumber yang saya pelajari, ada beberapa bacaan doa megengan puasa yang populer dan lengkap.

Mari kita mulai dengan yang pertama, doa megengan puasa yang sederhana namun penuh makna.

Bacaan ini sering dibaca oleh banyak umat Muslim di Indonesia, terutama di daerah seperti Cirebon yang kaya akan tradisi keagamaan.

Doa Megengan Puasa Pertama:

Allahumma laka sumtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ‘ala rizqika aftartu.

(Allahumma laka sumtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ‘ala rizqika aftartu.)

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Doa megengan puasa ini selalu membuat saya merenung. Bayangkan, setiap kata mengalir seperti sungai yang tenang, mengingatkan kita bahwa puasa bukanlah beban, melainkan bentuk ketergantungan total pada Allah.

Saya ingat saat kecil, nenek saya selalu mengajari doa ini dengan suara yang penuh kasih, membuat momen berbuka terasa hangat dan bermakna.

Selanjutnya, ada doa megengan puasa yang lebih panjang, yang sering disebut sebagai doa megengan lengkap. Ini adalah bacaan yang menyentuh hati karena mencakup permohonan ampun dan harapan.

Doa Megengan Puasa Kedua:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

(Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.)

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau mencintai ampunan, maka ampunilah aku.”

Doa megengan puasa ini seperti pelukan hangat dari langit. Saat saya membacanya, saya merasa beban dosa sehari-hari terangkat, digantikan oleh harapan baru.

Ini bukan sekadar kata-kata; ini doa yang mengajak kita untuk introspeksi diri di tengah kesibukan Ramadan.

Mari kita lanjutkan dengan doa megengan puasa yang ketiga, yang sering dibaca untuk memohon kekuatan di bulan suci ini.

Doa Megengan Puasa Ketiga:

Allahumma a’inni ‘ala shiyami wa qiyami ramadhana.

(Allahumma a’inni ‘ala shiyami wa qiyami ramadhana.)

Artinya: “Ya Allah, bantulah aku untuk menjalankan puasa dan qiyam Ramadan.” Saya selalu merasa terinspirasi oleh doa megengan puasa ini.

Di tengah lelahnya menahan lapar, bacaan ini memberikan energi spiritual, seperti angin sepoi-sepoi yang menyegarkan jiwa.

Ini mengingatkan kita bahwa Ramadan adalah waktu untuk pertumbuhan, bukan hanya penyangkalan.

Ada juga doa megengan puasa keempat yang lebih komprehensif, mencakup syukur atas nikmat.

Doa Megengan Puasa Keempat:

Allahumma laka sumtu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu, fa ghfirli ya ghaffaru ma qaddamtu wa ma akhkhartu.

(Allahumma laka sumtu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu, fa ghfirli ya ghaffaru ma qaddamtu wa ma akhkhartu.)

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Maka ampunilah aku, wahai Yang Maha Pengampun, atas dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.”

Doa megengan puasa ini selalu membuat saya terharu. Kata-kata ini seperti doa yang hidup, mengalir dari pengalaman pribadi kita masing-masing.

Saya sering membayangkan bagaimana para sahabat Nabi membaca doa serupa, dengan hati penuh khusyuk.

Akhirnya, ada doa megengan puasa kelima yang populer, yang menekankan pada penerimaan amal.

Doa Megengan Puasa Kelima:

Allahumma taqabbal minni shiyami wa qiyami wa salati wa saumi.

(Allahumma taqabbal minni shiyami wa qiyami wa salati wa saumi.)

Artinya: “Ya Allah, terimalah puasa, qiyam, shalat, dan saumku.”

Doa megengan puasa ini seperti penutup yang indah untuk hari yang penuh ibadah. Saat matahari terbenam, dan kita memecahkan puasa, bacaan ini memberikan rasa damai, seolah-olah Allah mendengar setiap kata dengan penuh kasih.

Dalam kehidupan sehari-hari, doa megengan puasa bukan hanya ritual, tapi juga pengingat akan kebesaran Allah.

Saya selalu mendorong teman-teman untuk membaca doa ini dengan hati yang ikhlas, karena di balik kata-kata sederhana itu tersimpan kekuatan spiritual yang luar biasa.

Ramadan adalah waktu untuk memperbaiki diri, dan doa megengan puasa adalah alatnya.

Mari kita jadikan momen berbuka sebagai waktu refleksi, di mana kita tidak hanya makan, tapi juga memberi makan jiwa dengan doa-doa yang menyentuh hati.

Leave a Comment