doclinks.org – Banyak orang yang ingin mulai membeli emas tapi khawatir apakah harga emas akan turun lagi di kemudian hari.
Nah, untuk kalian yang hendak memulai tapi bingung dengan fluktuasi harga logam mulia, simak ulasan berikut ini agar investasi kalian tidak bodong atau rugi.
Melihat peningkatan harga emas yang signifikan dan cepat belakangan ini membuat banyak orang yang tertarik untuk memulai investasi emas untuk mendapatkan keuntungan dan profit pasti.
Meskipun emas adalah termasuk dalam logam mulia yang mana instrument investasi aman, tapi tidak pernah cocok untuk dilakukan dengan jangka waktu yang cepat.
BACA JUGA: Cara Daftar Sekolah Garuda Tahun Ajaran 2026, Cek Syarat Umum dan Dokumen yang Diperlukan Berikut!
Emas adalah jenis investasi yang membutuhkan waktu lama, setidaknya paling cepat adalah 5 tahun.
Tapi dengan fluktasi harga belakangan ini sehingga banyak orang yang hendak memulainya. Di lain sisi ada juga kemungkinan bahwa emas akan mengalami koreksi harga dan mengalami penurunan.
Lalu, yang menjadi substansinya adalah apakah harga emas akan turun lagi? Simak uraian berikut untuk mengetahui jawabannya.
Harga emas dunia dan domestik baru-baru ini menunjukkan koreksi yang cukup besar. Di pasar Indonesia, harga emas Antam sempat turun tajam hingga sekitar Rp260.000 per gram setelah reli panjang yang mengangkat harga ke level tertinggi dalam beberapa bulan.
Penurunan ini memicu banyak pertanyaan soal apakah harga emas akan turun lebih jauh atau ini cuma fenomena sementara.
Penurunan tajam itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kondisi pasar global yang sudah mengalami fase jenuh beli setelah harga naik terlalu cepat.
BACA JUGA: Penggemar Drakor Wajib Tahu Nih! 7 Deretan Seris Drakor Terbaru yang Akan Rilis di Tahun 2026
Aksi ambil untung oleh investor membuat tekanan jual meningkat sehingga harga logam mulia ini melemah cukup signifikan. Di sisi lain, harga emas dunia juga ikut turun bersama harga spot yang menunjukkan koreksi besar.
Apakah harga emas akan turun?
Jawabannya tidak bisa dipastikan secara tunggal karena harga emas bergerak akibat kombinasi faktor ekonomi global dan permintaan investor.
Dalam jangka pendek, penurunan tajam bisa terus berlanjut jika investor masih mengambil keuntungan setelah reli panjang.
Saat harga sudah naik secara signifikan, pasar sering mengalami koreksi karena investor mengunci profit mereka, lalu mengalihkan dana ke instrumen lain yang menjanjikan imbal hasil lebih tinggi.
Salah satu indikator yang sering diamati adalah kekuatan dolar AS. Ketika dolar menguat, emas cenderung turun karena emas dihargai dalam dolar. Konsolidasi data ekonomi AS yang kuat juga bisa mendorong selera risiko investor ke aset-aset selain emas, sehingga memberi tekanan jual pada logam mulia.
Namun dari sisi fundamental jangka menengah sampai panjang, logam mulia masih bisa menarik permintaan.
Bank sentral di berbagai negara masih membeli emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa, dan ketidakpastian geopolitik tetap mewarnai pasar global. Itu berarti harga emas masih punya peluang untuk kembali naik setelah fase koreksi ini.
BACA JUGA: Bocoran Penampilan, Spesifikasi, dan Jadwal Perilisan Samsung Galaxy S26 Ultra Tahun 2026
Secara teknikal, koreksi besar sering terjadi setelah periode kenaikan yang kuat. Jika pasar sudah melepas posisi panjang investor, harga bisa turun lebih jauh sebelum menemukan level support yang stabil.
Pada titik itu, keputusan investor untuk kembali masuk atau keluar dari emas akan menentukan arah harga berikutnya.