DOCLINKS.ORG – Kredit Usaha Rakyat BRI memiliki plafon yang lebih besar di awal tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan tahun 2205.
Untuk kalian yang mau mengajukan pinjama untuk modal usaha berkembang, berikut ii cara dan tabel angsuran KUR BRI 2026.
Melansir dari Kompas.com, pemerintah resmi memberikan plafon penyaluran KUR atau Kredit Usaha Rakyat di tahun 2026 ini sebesar 308,41 triliun.
Angka ini jauh lebih besar dibandingkan tahun 2025 yang mana hanya mencapai Rp270,08 triliun.
Adapun salah satu bank yang menjadi penyalur kur adalah Bank Rakyat Indonesia atau BRI.
BACA JUGA: Prediksi Harga Huawei Mate X7 di Indonesia, Hp Foldable dengan Kamera Flagship
Kenaikan batas pinjaman KUR ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas peluang kerja, serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Tahun ini terdapat perubahan dalam skema KUR 2026, salah satunya adalah penghapusan batasan frekuensi pengajuan pinjaman.
Sebelumnya, pengusaha di bidang produksi dan perdagangan hanya bisa mengajukan pinjaman maksimal empat kali, namun kini batasan tersebut tidak ada lagi.
“Sepanjang dia punyausaha yang produktif dan berkembang, maka kami berikan kesempatan untuk terus mengakses KUR,” tutur Ferry dalam acara mastercard small business barometer report.
Jadi, selama usaha masih berjalan dan dianggap layak, pelaku UMKM bisa terus mendapatkan pinjaman KUR untuk memperluas bisnisnya. Suku bunga KUR saat ini adalah 6% per tahun.
BACA JUGA: Daftar Promo Indomaret JSM Minggu Ini Terbaru, Ragam Produk Ramadan dan Persiapan Lebaran!
Suku Bunga Flat 6 Persen Per Tahun
Pemerintah juga menetapkan tingkat bunga KUR menjadi 6% per tahun secara tetap.
Berbeda dengan cara sebelumnya yang bertahap — 6% untuk pengajuan pertama dan meningkat 1% untuk pengajuan berikutnya — kini tidak ada kenaikan bunga lagi meskipun debitur menggunakan KUR lebih dari satu kali.
Kebijakan ini memberikan ketahui tentang biaya pinjaman bagi para pengusaha UMKM dan diharapkan dapat mendorong usaha mereka terus berjalan.
KUR Berbasis HAKI
Inovasi lainnya adalah adanya skema KUR yang didasarkan pada Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Dalam skema ini, aset kekayaan intelektual bisa digunakan sebagai dasar untuk menilai apakah kredit layak diberikan atau sebagai agunan tambahan.
Artinya, pelaku usaha kini tidak lagi terbatas hanya pada agunan fisik seperti mobil atau bangunan. Hak cipta, merek, atau bentuk kekayaan intelektual lainnya bisa dipertimbangkan dalam proses pembiayaan.
BACA JUGA: Katalog Promo Superindo Edisi Ramadan Baru Gajian, Bahan Hampers Mulai Rp20 Ribuan
Rincian Alokasi KUR 2026
– KUR Reguler: Rp 279,53 triliun
Target: 1,37 juta debitur baru dan 1,10 juta debitur graduasi
– Kredit Alsintan: Rp 233,10 miliar
Target: 344 debitur
– Kredit Industri Padat Karya: Rp 549,51 miliar
Target: 234 debitur
– Kredit Program Perumahan (KPP): Rp 28,1 triliun
Target: 65.627 debitur
Cara Pinjam Kredit Usaha Rakyat BRI 2026
Bagi kalian yang ingin mengajukan KUR BRI di tahun 2026 ini, pastikan kalian ke bank terdekat dengan membawa KTP, NIB, serta pernyataan bahwa usaha yang telah dijalankan telah berlangsung lebih dari 6 bulan.
BACA JUGA: Ide Menu Sahur dengan Kurma dan Tempe, Praktis dan Mudah Dibuat tapi Bisa Bikin Kenyang Tahan Lama
- Akses laman kur.bri.co.id untuk mengajukan pinjaman KUR BRI online.
- Pilih “Ajukan Pinjaman”.
- Login menggunakan alamat email dan masukkan kata sandi jika sudah memiliki akun.
- Jika Anda tidak memiliki akun di halaman tersebut, pilih “Daftar” Bisa juga dengan mendaftar melalui akun Google.
- Tunggu verifikasi yang dikirim pihak BRI melalui e-mail yang telah didaftarkan.
- Setelah akun sudah jadi, masuk (login) kembali di laman https://kur.bri.co.id/ menggunakan email dan password.
- Klik “Ajukan Pinjaman KUR”. Baca dengan teliti halaman syarat dan ketentuan, kemudian klik “Saya adalah nasabah BRI” serta “Setuju dan Ajukan Pinjaman”.
- Klik “I’m not a Robot”, Isi informasi data diri secara lengkap (nama lengkap, NIK, alamat, nama ibu kandung, dan lainnya).
- Isi data usaha dengan lengkap (jenis usaha, penghasilan, biaya usaha, nomor rekening BRI, dan lainnya).
- Unggah beberapa dokumen seperti KTP, surat keterangan usaha, pas foto, serta foto usaha.
- Klik “Selanjutnya” untuk masuk ke halaman pengajuan pinjaman. Isi data pengajuan (nominal pengajuan dan tenor).
- Klik “Hitung angsuran” untuk melihat jumlah angsuran yang akan dibayar.
- Klik “Ajukan pinjaman”. Setelah itu akan muncul halaman pengajuan informasi mengenai pinjaman disetujui atau tidak.
Setelah pengajuan selesai, nasabah harus menjalankan proses survey secara langsung yang menjadi salah satu faktor penting penentu bahwa kalian lolos atau tidak.