Doclinks.org – Manfaat jamu menurut penelitian kembali menjadi topik yang banyak dibicarakan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan alami.
Jamu bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang terus dikaji oleh dunia kesehatan. Berbagai penelitian dan regulasi di Indonesia menunjukkan bahwa jamu memiliki peran nyata sebagai pendamping terapi medis modern.
Sejarah mencatat penggunaan tumbuhan sebagai obat sudah berlangsung ribuan tahun. Di Indonesia, jamu berkembang dari tradisi turun-temurun dan kini mendapat pengakuan secara nasional.
Kementerian Kesehatan bahkan telah mengelompokkan obat tradisional menjadi jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Pengelompokan ini menandakan bahwa jamu bukan sekadar kepercayaan, tetapi memiliki pijakan ilmiah yang terus diperkuat.
BACA JUGA: 9 Aktivitas Pagi Hari yang Biasa Dilakukan Orang Sukses yang Bisa Kamu Tiru
Manfaat Jamu Menurut Penelitian
Manfaat jamu menurut penelitian terlihat dari berbagai kandungan tanaman obat yang digunakan. Salah satu contoh yang sering dibahas adalah sambiloto.
1. Menurunkan demam
Penelitian klinis menunjukkan bahwa ekstrak sambiloto dengan dosis tertentu mampu memberikan efek pereda nyeri dan penurun demam.
Efek analgetiknya bahkan setara dengan parasetamol dosis ringan jika digunakan sesuai aturan. Ini membuktikan bahwa jamu bisa membantu mengatasi keluhan nyeri, asalkan komposisinya tepat.
2. Menjaga Kesehatan hati
Jamu juga dikenal bermanfaat untuk menjaga kesehatan hati. Temulawak menjadi salah satu tanaman yang paling banyak diteliti.
Kandungan zat aktif dalam temulawak memiliki efek hepatoprotektif, yaitu membantu melindungi sel-sel hati.
Penelitian menunjukkan temulawak dapat mendukung fungsi liver jika dikonsumsi dengan dosis dan durasi yang tepat. Namun, penggunaan jangka panjang tanpa jeda justru berisiko menimbulkan efek samping.
BACA JUGA: Mobil Toyota Agya GR Sport 2026, Cek Harganya Rp 1/4 Miliar, Apa Layak Dibeli?
3. Kesehatan reproduksi
Bagi perempuan, jamu kunyit asam sering dikaitkan dengan kesehatan reproduksi. Berdasarkan pengalaman klinis dan kajian ilmiah, kunyit memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi nyeri haid.
Kandungan kurkumin di dalamnya juga berperan dalam menjaga keseimbangan hormon. Tidak heran jika jamu ini banyak dikonsumsi untuk membantu melancarkan siklus menstruasi.
4. Peningkat stamina
Manfaat jamu menurut penelitian juga terlihat pada peningkatan stamina. Tanaman pasak bumi menjadi salah satu contoh yang cukup kuat dasar ilmiahnya.
Zat aktif dalam pasak bumi diketahui mampu merangsang produksi hormon testosteron. Efek ini berhubungan dengan peningkatan vitalitas dan stamina pria.
Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa konsumsi jamu stamina tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tidak digunakan sembarangan.
BACA JUGA: Katalog Promo JSM Indomaret Minggu Ini, 8 Februari 2026 untuk Kumpulan Produk Rumah Tangga
5. Mengurangi mual
Jamu berbahan jahe juga banyak diteliti. Jahe terbukti membantu mengurangi mual dan muntah, termasuk pada ibu hamil trimester awal. Kandungan gingerol di dalam jahe memiliki efek menenangkan saluran pencernaan.
Namun, penelitian juga menekankan bahwa jahe tidak dianjurkan dikonsumsi saat perut kosong karena dapat memicu iritasi lambung pada sebagian orang.
Selain manfaatnya, penelitian juga menyoroti pentingnya cara konsumsi jamu yang benar. Jamu sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan obat modern tanpa konsultasi.
Interaksi antara zat aktif jamu dan obat medis bisa meningkatkan efek samping atau menurunkan efektivitas pengobatan utama. Oleh karena itu, pemahaman komposisi menjadi kunci utama.
BACA JUGA: Jadwal WFA Libur Lebaran 1447 H/2026 yang Ditetapkan Pemerintah
WHO mendefinisikan obat tradisional sebagai ramuan yang telah digunakan minimal tiga generasi dan terbukti aman. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan kekayaan tanaman obat terbesar di dunia.
Sekitar 80 persen tanaman herbal dunia tumbuh di wilayah ini. Fakta tersebut memperkuat posisi jamu sebagai sumber pengobatan alami yang potensial.
Manfaat jamu menurut penelitian menunjukkan bahwa jamu bukan sekadar mitos atau sugesti. Khasiatnya nyata jika digunakan dengan tepat, terukur, dan bertanggung jawab.
Dengan pemahaman yang benar, jamu dapat menjadi pendamping sehat untuk menjaga daya tahan tubuh dan kualitas hidup sehari-hari.